yangberada di Yogyakarta, yaitu Rumah Singgah Pusat IZI dan Rumah Singgah Gerakan Duafa Cilacap. Selain itu, peneliti juga menyebarkan kuisioner penelitian melalui google form. Responden penelitian ini adalah pasien kanker yang memiliki latar belakang bermacam-macam, mulai dari pendidikan terakhir, usia, jenis kelamin, pekerjaan, kanker yang
Dengan adanya rumah singgah pasien YMB PLN-IZI, mudah-mudaha akan dapat menjadi solusi dan pengurang beban bagi para pasien dhuafa," kata Anggar. Ditambahkan oleh Anggar, IZI Banten mempersilahkan kepada warga masyarakat kaum dhuafa diwilayah Provinsi Banten yang memerlukan faslitas rumah singgah pasien, dipersilahkan untuk segera
IMPLEMENTASIPENGELOLAAN DANA ZAKAT, INFAK, SEDEKAH (ZIS) PADA RUMAH SINGGAH PASIEN (RSP) LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) INISIATIF ZAKAT INDONESIA (IZI) DOI : 10.20473/vol6iss20199pp1909-1923 . Ahmad Fahmi Abdurrahman , Sri Herianingrum 1909-1923 Abstract : 1550 PDF : 1043 PDF DOI : 10.20473/vol6iss20199pp1909-1923
JAKARTA Majelis Ta'lim Telkomsel (MTT) mendukung program Rumah Singgah Pasien (RSP) yang diinisasi oleh LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). RSP IZI sendiri didirikan sejak tahun 2015 yang hingga kini sudah melayani sebanyak 2.500 pasien dari seluruh Perwakilan RSP IZI di Indonesia. Hal yang melatarbelakangi dibangunnya RSP adalah melihat
Edemenjelaskan, saat menunggu hasil pemeriksaan, Rahma dan orangtuanya tinggal sementara di Rumah Singgah Pasien IZI Jalan Jurang No 97 Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Selama menjalani pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter RSGM Unpad, Rahma didampingi tim LAZ DD Jawa Barat. Rencananya, selesai operasi Rahma akan langsung pulang
O90zi7X. JAWA TIMUR – Rabu, 05/04/2023 Rumah Singgah Pasien RSP IZI Jawa Timur menyambut kunjungan dari IWABA Gerbangkertosusila yang terdiri dari 26 para ibu yang merupakan istri dari pimpinan Bank Indonesia, Bank Jatim, BSI, BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri. Kunjungan dalam rangka bakti sosial ini disambut hangat oleh para pengurus RSP. Dalam kesempatan ini, IWABA Gerbangkertosusila memberikan bantuan berupa paket sembako, air mineral, perlengkapan kesehatan, dan suplemen berupa madu dan habbatussaudah. “Semoga yang kita berikan ini bisa bermanfaat ya Bu untuk para pasien disini, kamipun juga mendoakan semoga para pasien segera diberikan kesembuhan seperti sediakala” tutur ketua IWABA, ibu Irma Budi Hanoto dalam sambutannya. Kepala Rumah Singgah Pasien RSP, ibu Martha Dyah mengucapkan syukur atas kesediaan IWABA meluangkan waktu serta membantu pasien yang ada di RSP IZI Jatim “Alhamdulillah kami mewakili lembaga dan penerima manfaat RSP mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungan dan donasinya. Semoga ibu-ibu sekalian diberkahi rezekinya, dimudahkan urusannya, dan dilancarkan hajatnya.” Setelah sesi sambutan, sesi selanjutnya ialah mengenalkan rumah singgah pasien sekaligus menceritakan mengenai beberapa kisah pasien RSP yang berjuang untuk sembuh. Setelah itu dilanjutkan sesi berkomunikasi dan memberikan semangat secara langsung kepada pasien yang ada di setiap kamar. Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan foto simbolis penyerahan bantuan dan foto bersama peserta yang hadir.
SEMARANG - Inisiatif Zakat Indonesia mendirikan rumah singgah di Semarang untuk memfasilitasi pasien dari luar kota yang harus menjalani pengobatan di kota ini. "Kesehatan merupakan hak asasi setiap manusia," kata Direktur Pendayagunaan IZI Nana Sudiana usai peluncuran Rumah Singgah Pasien IZI yang terletak di Bojongsalaman, Semarang, Jumat Kemarin. Lokasi Rumah Singgah Pasien itu tepatnya di Jalan Pamularsih XI nomor 13 RT 06/RW 08, Kelurahan Bojongsalaman, Semarang Barat yang didirikan untuk memfasilitasi pasien dari warga menjelaskan terkadang keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah mengharuskan pasien dirujuk ke rumah sakit RS yang ada di kota, termasuk Rumah Sakit Umum Pusat RSUP dr Kariadi Semarang. "Mungkin bagi masyarakat yang mampu, ini tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi, bagaimana dengan masyarakat yang kurang mampu? Di mana mereka harus tinggal selama menjalani pengobatan?," katanya. Didasari keprihatinan atas kondisi itu dan sebagai upaya membantu masyarakat miskin, lanjut dia, IZI berinisiatif mendirikan rumah singgah untuk tempat transit bagi pasien dari luar kota. Ia mencontohkan pasien yang menjalani terapi untuk pengobatan penyakit kanker yang mengharuskannya tinggal cukup lama untuk berobat, daripada harus bolak-balik dari daerahnya yang jauh. "Rumah singgah ini akan memudahkan pasien-pasien dari luar kota yang memerlukan tempat transit yang baik dan berkualitas selama menjalani terapi pengobatan kanker, dan sebagainya," katanya. Selain Semarang, kata Nana, rumah singgah pasien saat ini sudah ada di sekitar Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo RSCM Jakarta, dan rencananya dibangun di 18 titik di berbagai itu, Kepala Cabang IZI Jawa Tengah Djoko Adhi Saputro mengatakan lokasi rumah singgah pasien itu sengaja dipilih di kawasan Bojongsalaman karena relatif dekat dengan RSUP dr Kariadi Semarang. "Semoga keberadaan rumah singgah pasien ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat duafa yang sedang berikhtiar untuk memperoleh kesembuhan. Ada tiga kamar di rumah singgah pasien ini," katanya. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pasien, antara lain penyakit tidak menular, berasal dari luar kota, dan terfasilitasi BJPS kelas III, dan mendapatkan rekomendasi RSUP dr Kariadi Semarang. "Bagi yang ingin berdonasi atau menjadi relawan rumah singgah pasien, bisa menghubungi 'call center' IZI Jateng di nomor 081-329-910-001 atau ke kantor di Jalan Setiabudi Nomor 70 Semarang," katanya. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Jakarta ANTARA News - Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Inisiatif Zakat Indonesia IZI Rully Barlian Thamrin mengatakan pihaknya membangun rumah singgah pasien dari dana zakat yang dihimpun. "Dana zakat juga kami alokasikan untuk hal-hal yang sifatnya darurat. Misalnya pasien dari kaum dhuafa yang berobat ke rumah sakit dan tidak memiliki rumah untuk singgah," kata Rully di Jakarta, Sabtu. Rully mengatakan rumah singgah pasien IZI dibangun di dekat sejumlah rumah sakit besar yang menjadi rujukan utama, misalnya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Karena dibangun dari dana zakat, maka yang bisa menggunakan fasilitas tersebut harus memenuhi delapan golongan penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, budak, gharimun orang yang berutang, mujahidin, dan ibnu sabil. "Alhamdulillah rumah singgah pasien kami selalu penuh. Itu menunjukkan banyak yang memerlukan rumah singgah pasien," katanya. Rully mengatakan yang menggunakan fasilitas rumah singgah pasien biasanya kaum dhuafa yang berasal dari luar kota dan sedang berobat di rumah sakit besar rujukan. Pasien sering tidak bisa langsung masuk ke rumah sakit karena harus mengantre. Ada pula pasien yang harus menjalani rawat jalan selama beberapa hari, sehingga memerlukan rumah singgah daripada harus kembali ke daerah Dewanto SamodroEditor Tasrief Tarmizi COPYRIGHT © ANTARA 2017
Rumah Singgah Pasien RSP merupakan salah satu program unggulan Inisiatif Zakat Indonesia IZI untuk membantu pasien duafa dari luar daerah yang tengah menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit hidup selama menjalani pengobatan menjadi kendala utama bagi pasien duafa dalam menjalani pengobatan rawat jalan. Belum lagi biaya sewa kontrakan atau penginapan yang mahal, cukup memberatkan pasien dan keluarga semua fasilitas layanan di RSP gratis, seperti tempat tidur, antar jemput dari RS ke RSP serta makan 3 x sehari. Hal ini cukup menjawab kebutuhan pasien duafa yang kerap kali kesulitan dalam biaya penginapan, makan dan oprasional RSP setiap tahunnya terbilang besar, karena semua fasilitas layanan diberikan secara gratis. Untuk itu kami mengajak sahabat sekalian untuk turut serta berpartisipasi dalam program donasi terbaikmu dengan langkah-langkah berikut ini1. Isi nominal Donasi2. Klik tombol hijau “DONASI”3. Pilih Metode Pembayaran4. Transfer ke nomor rekening atau channel payment yang dipilih dan bantu sebarkan melalui media sosial kasih atas kebaikan Sahabat IZI, semoga Allah SWT senantiasa memudahkan urusan kita, sebagaimana kita memudahkan urusan orang lain. Aamiin yaa robbal alamiin.
Medan - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan pihaknya telah mencanangkan program Medan Medical Tourism MTT. Program ini mengkombinasikan pelayanan kesehatan dengan ini disampaikan Bobby saat acara peresmian Rumah Singgah DPD HIMNI Sumut, di Jalan Terompet Medan. Bobby menjelaskan beberapa rumah sakit akan memberikan fasilitas untuk pasien atau keluarga pasien yang bukan merupakan orang Medan berupa penginapan."Selama menjalani pengobatan yang memakan waktu lama keluarga pasien yang dari luar kota Medan pastinya membutuhkan tempat tinggal, apalagi ditambah dengan ekonomi yang sedikit kurang, nantinya Pemkot Medan melalui rumah sakit akan memberikan fasilitas tourism," ujar Bobby, Jumat 9/6/2023. Hadirnya program MMT bertujuan agar Kota Medan bisa menjadi kota tujuan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan."Program MMT ini kita padukan dengan konsep pariwisata. Namun, hal utama yang dilakukan adalah terlebih dahulu memperbaiki sarana, prasarana dan terutama kualitas pelayanan. Sebab, selama ini, banyak masyarakat yang lebih memilih berobat ke negara tetangga, padahal Kota Medan juga memiliki fasilitas dan SDM di bidang kesehatan yang mumpuni," itu, kata dia, sejalan dengan Rumah Singgah Himpunan Masyarakat Nias Indonesia HIMNI Sumut."Bisa tidur di hotel atau kita menunjuk rumah singgah HIMNI ini sebagai fasilitas khususnya untuk masyarakat Nias," tutur menantu Presiden Jokowi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Nias di Kota Medan yang membutuhkan bantuan. "Kita jalin kolaborasi dan kami membuka diri bagi semua masyarakat, termasuk masyarakat Nias di Kota Medan yang membutuhkan bantuan melalui HIMNI," dalam kesempatan itu Ketua DPD HIMNI Sumut, Iman Jaya Berkat Harefa, Penasehat HIMNI Sumut Turunan Gulo dan sejumlah masyarakat Nias. Ada juga Menkumham RI Yassona H menyebut Rumah Singgah DPD HIMNI Sumut akan banyak membantu masyarakat Nias yang tengah berobat di Medan. Diakuinya banyak masyarakat Nias secara kemampuan ekonomi jauh dari apa yang diharapkan."Sering mereka berobat kemari Medan dirujuk dari Rumah Sakit Gunungsitoli, baik itu ke Rumah Sakit Dr Pirngadi ataupun RS Adam Malik mengalami kesulitan dua hal yakni tempat tinggal dan ambulans hingga diperlukan untuk mengantar kembali saudara kita ke tanah leluhur," dia rumah singgah ini diprioritaskan untuk masyarakat Nias di Kota Medan. Namun jika ada warga lain yang membutuhkan tetap akan dilayani."Meskipun fasilitas rumah singgah dan ambulans yang diprioritaskan untuk masyarakat Nias, tapi jika ada yang membutuhkan, dapat juga diberikan fasilitas ini karena misi kita adalah untuk kemanusiaan," tuturnya. Simak Video "Oknum TNI AL Jadi Tersangka Penyelundupan PMI Ilegal di Bintan" [GambasVideo 20detik] astj/afb
rumah singgah pasien izi