MasjidKapal di Semarang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute. 17/06/2022, 17:59 WIB. kawasan ini sudah masuk dalam peta aplikasi Google Maps sehingga membantu pengunjung ke tempat tersebut. Semarang. KOMPAS.com / Nazar Nurdin Masjid kapal di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini unik karena Arsitektur bangunan menyerupai kapal BacaJuga: Ini 7 Wisata Religi Favorit Menjelang Ramadan di Demak. 1. Masjid Taqwa Sekayu. Dok. IDN Times. Masjid ini mirip dengan Masjid Demak karena bangunannya sama-sama bergaya Hindu-Islam dengan empat saka tatal atau tiang yang disusun dari serpihan kayu. Ciri khasnya yang lain adalah bentuk atapnya yang tiga susun. MasjidKapal Semarang buka 24 jam penuh, namun untuk kunjungan wisata biasanya terbatas hingga pukul 20.00 WIB. Waktu terbaik berkunjung ke Masjid ini adalah saat sore hari sekitar pukul 16.00 WIB setelah Ashar. Pada waktu tersebut Anda dapat melihat langit senja berwarna jingga sebelum masuk waktu maghrib. MasjidKapal Ngaliyan merupakan obyek wisata yang terbilang baru, mengutip laman Januari 2018. Letaknya ada di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang atau ringkasnya di perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal.. Sesuai namanya, keunikan Masjid Kapal Ngaliyan adalah bentuk bangunannya yang menyerupai kapal dan didominasi dengan warna Masyarakatmenyebut masjid yang memiliki nama As Safinatun Najah ini dengan julukan Masjid Kapal Bahtera Nabi Nuh - Travel - okezone travel UBB92lr. Masjid Kapal Semarang memang lagi heboh belakangan ini di media sosial. Hal ini sangat wajar sih, karena selain bentuknya yang unik, hal ini tentu sangat langka. Masjid Kapal Semarang yang viral ini sebenarnya bernama Masjid Safinatun Najah dan berada di Jalan Kyai Padak, Dukuh Padaan, Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid Kapal Semarang Masjid Safinatun Najah Image By IG Masjid yang didanai oleh KH Achmad dimana beliau merupakan ulama dari Semarang ini memang terinspirasi dari kapal atau bahtera milik Nabi Nuh AS. Keindahan Masjid Kapal Semarang Masjid Safinatun Najah atau Masjid Kapal ini memiliki luas total meter persegi dan berdiri diatas lahan seluas 7,5 hektar. Untuk pengembangannya, ada beberapa bangunan lain, salah satunya adalah untuk klinik yang berada disebelah kiri dan asrama putri berada dibelakang bangunan utama. Bangunan ini terdiri dari 4 lantai dengan fungsi yang berbeda-beda, untuk yang pertama untuk ruang pertemuan, kedua dan ketiga untuk tempat beribadah, dan untuk keempat sebagai atap sekaligut untuk melihat pemandagan sekitar masjid yang masih sangat asri dan indah. Masjid Kapal Semarang Masjid Safinatun Najah, Image By IG arumwulaningsih Masjid Kapal Semarang ini memiliki 6 pintu utama disamping kanan dan kiri dengan 74 jendela berbentuk bula yang memang mirip sekali dengan bentul kapal raksasa. Yang paling unik adalah adalnya kolam kecil yang mengelilingi Masjid Kapal ini, agar tampak seperti kapal yang berlayar diatas air. Waktu yang paling bagus berkunjung ke Masjid Kapal Semarang adalah saat sore hari, mulai dari perjalanan, kita akan disuguhkan banyak sawah dan hutan, dan puncaknya kita, bakal menikmati indahnya matahari tenggelam atau sunset dari atas Masjid Kapal. Untuk menuju masjid Kapal Semarang ini bisa dibilang gampang-gampang susah, namun jangan kawatir karena memang berada tepat di Jl. Kyai Padak, Podorejo, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jika memang kesulitan membaca peta atau google maps, jangan ragu untuk bertanya kepada penduduk sekitar. Akses jalan memang masih dibilang agak sempit namun untuk kendaraan roda 4 masih aman kok. Untuk kendaraan umum secara resmi memang belum ada, dan apabila menggunakan busa besar sebelum mencapai lokasi masjid ada jasa antar jemput yang menggunakan colt-elf. Harga Tiket Masuk & Fasilitas Masjid Kapal Semarang Untuk fasilitas bisa dibilang cukup lengkap, mulai dari toilet hingga penjual makanan disekitar Masjid. Untuk Harga Tiket Masuk Masjid Kapal Semarang dikenakan biaya per orang. Untuk parkir motor per motor. Menakjubkan sekali bukan Masjid Kapal Semarang atau Masjid Safinatun Najah ini? Jangan lupa komentar ya. SEMARANG, – Obyek wisata baru di Kota Semarang, Jawa Tengah terus bermunculan. Selain berwisata di pusat kota dengan Kampung Pelangi, ada obyek wisata unik yang dapat ditemukan di ujung perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal. Ya, obyek wisata itu bernama Masjid Kapal yang terletak di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Masjid Kapal ini terbilang unik karena arsitektur bangunan menyerupai bentuk kapal. Masjid berwana kuning kecoklatan itu kini menjadi salah satu tujuan liburan wisatawan. Tidak hanya dari Semarang, warga dari berbagai daerah sekitar seperti Demak dan Kudus dan lainnya menyempatkan melihat keunikan bangunan itu. Wisatawan umumnya datang untuk melihat bangunan unik, dan berswafoto. Nur Salim, warga Kabupaten Demak, Jateng misalnya. Bersama keluarganya, ia mendatangi masjid itu karena penasaran dengan unggahan sejumlah foto di internet. Ia pun kompak mendatangi masjid itu untuk melihat bangunan itu yang viral di internet. / Nazar Nurdin Masjid kapal di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini unik karena Arsitektur bangunan menyerupai kapal. Foto diambil pada Jumat 26/1/2018“Ternyata kayak gini. Desain masjidnya bagus, foto-foto juga hasilnya bagus,” ujar Nur Salim kepada KompasTravel, Jumat 26/1/2018 lalu. Perjalanan ke lokasi Masjid terbilang tidak terlalu sulit. Selain masuk ke dalam peta di aplikasi Google Maps, masjid kapal juga dapat diakses melalui banyak jalur. Mayoritas jalur yang dilalui yaitu lewat Jalan Prof Dr Hamka, kemudian menuju Jalan Gondoriyo, atau tepat sebelum Lapas Kedungpane, Semarang. Dari jalan itu, Anda tinggal lurus mengikuti arah hingga nantinya sampai di Kelurahan Podorejo. Di titik terakhir, papan penunjuk masjid kapal sudah tersedia, tinggal sedikit melanjutkan perjalanan. Sesampainya di lokasi, Anda disambut dengan pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan durian dan rambutan. Tidak sedikit juga yang menjual aneka makanan, minuman dan / NAZAR NURDIN Bagian dalam ,asjid kapal di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini unik karena Arsitektur bangunan menyerupai kapal. Foto diambil pada Jumat 26/1/2018Anda juga harus membayar tiket masuk seharga Rp pe rorang untuk dapat berkeliling di masjid empat lantai itu. Wisawatan umumnya langsung mengeluarkan gawainya untuk mengabadikan pemandangan masjid itu. Tidak sedikit mereka yang memilih lokasi tepat agar bisa memotret keseluruhan bangunan masjid. Nur Salim dan keluarganya pun melakukan hal sama. Dengan sigap, foto dirinya dan anggota keluarganya terabadikan di dalam gawainya. Setelah puas, keluarga kecil itu berkeliling di dalam tempat ibadah itu. “Tempatnya terpencil ya, kalau datang sendiri gak bayangin bisa sampe. Tapi syukur sudah kesini, pemandangannya bagus, masjid kapalnya juga lumayan bagus,” ujar Ina, wisatawan lainnya. / NAZAR NURDIN Pemandangan dari atas masjid kapal di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini unik karena Arsitektur bangunan menyerupai kapal. Foto diambil pada Jumat 26/1/2018Masjid dengan empat lantai itu juga fungsinya beda-beda. Bangunan pertama sebagai ruang pertemuan, ruang kedua dan ketiga sebagai tempat beribadah. Sementara lantai keempat sebagai atap sekaligus dapat melihat pemandangan alam dari ketinggian. Rata-rata wisatawan yang datang tampak puas. Tidak sedikit dari mereka yang membawa buah tangan durian dan rambutan untuk bekal di rumah. Jika tertarik, sempatkanlah melihat bangunan unik di pojok Semarang bagian barat. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Masjid As Safinatun Najah atau lebih dikenal dengan Masjid Kapal ini merupakah salah satu destinasi wisata religi unik di Semarang. Selain dari bentuknya yang menyerupai bahtera Nabi Nuh As. masjid ini juga mempunyai berbagai fasilitas. Bangunannya terdiri dari empat lantai. Lantai pertama sebagai ruang pertemuan, lantai kedua serta ketiga sebagai tempat ibadah dan perpustakaan, dan lantai empat merupakan atap yang sekaligus digunakan untuk melihat pemandangan alam dan view kota Semarang. Fasilitas lain yang ada di destinasi ini antara lain - Area parkir mobil dan motor- Toilet- Pusat informasi- Taman- Warung wisata Untuk lokasi tepatnya ada di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang Tiket masuk Rp nov 2022 Semarang - Liburan tidak melulu harus pergi ke tempat hiburan atau ke destinasi wisata alam. Berbagai tempat untuk wisata religi juga menarik untuk Anda kunjungi, misalnya dengan berziarah atau menjelajahi masjid-masjid indah di Nusantara, contohnya Masjid Safinatun Najah. Selain untuk mengetahui kekayaan nilai sejarah dan keindahan arsitekturnya, berkunjung ke masjid ini juga akan memberikan pengalaman liburan yang unik dan terkenal akan destinasi wisatanya, banyak juga tempat wisata di Semarang yang Instagramable dan bisa Anda kunjungi bersama keluarga. Salah satu yang wajib disambangi adalah masjid unik yang satu ini. Masjid Safinatun Najah sempat menjadi perbincangan netizen karena keunikannya. Terletak di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Masjid ini memiliki bentuk seperti kapal Nabi Berbentuk Kapal di Semarang Foto Angling Adhitya PurbayaSelain arsitekturnya yang mengagumkan, masjid ini juga terletak di tengah kolam sehingga tampak mengapung. Bangunan masjid pun terletak di tengah hamparan sawah sehingga pemandangan yang ditawarkan sangat Safinatun Najah memiliki empat lantai. Di Lantai pertama, terdapat fasilitas umum yang dapat digunakan oleh pengunjung, seperti aula, tempat wudhu, dan toilet. Meski kelengkapannya sama dengan masjid pada umumnya, fasilitas di masjid ini memiliki desain yang yang datang dapat melaksanakan sholat di lantai dua masjid ini. Sementara itu, lantai tiga dipergunakan untuk perpustakaan. Jika Anda naik satu lantai lagi, di lantai empat terdapat area rooftop yang bisa Anda gunakan untuk menikmati pemandangan sekitar masjid dari sejak 2015, keunikan Masjid Safinatun Najah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Untuk masuk ke masjid ini, Anda hanya perlu membayar tiket sebesar Rp murah sekali bukan?Masjid Kapal Nabi Nuh dari Semarang Foto Angling/detikTravelMasjid Safinatun Najah ini bisa menjadi alternatif menarik untuk Anda yang hendak berkunjung ke Semarang. Bukan hanya bisa rehat dan beribadah di sana, Anda pun bisa menikmati suasana dan pemandangannya yang unik. Simak Video "Serunya Bermain Air Menikmati Segarnya Air Terjun Way Anakan, Lampung" [GambasVideo 20detik] ddn/ddn › Nusantara›Sembahyang dan Pelesiran di... Masjid Safinatun Najah atau kerap disebut Masjid Kapal di Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, jadi jujugan warga sembahyang, termasuk saat Ramadhan. Arsitektur kapal diilhami bahtera penyelamat Nabi Nuh. KOMPAS/KRISTI D UTAMISuasana di sekitar Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari sejumlah daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Ramadhan, umat Islam berbondong-bondong mendatangi masjid. Mereka memanjatkan doa agar diberi kekuatan dan kesehatan menjalankan puasa. Di Kota Semarang, Jawa Tengah, ada masjid serupa kapal yang bisa jadi pilihan tempat yang berembus sepoi di antara jendela-jendela bulat menyapu wajah Agus 47 yang sedang berbaring di selasar Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Warga Desa Donorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, itu baru saja menunaikan shalat Dzuhur di rumah ibadah yang terkenal dengan sebutan Masjid Kapal tersebut. Di sekitar Agus, puluhan orang juga membaringkan badan di ubin masjid yang adem. Sebagian orang duduk-duduk bersandar di dinding masjid sambil mengobrol atau sekadar melihat-lihat layar itu, Agus berniat melepas penat sebelum menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer untuk kembali ke rumahnya. Sabtu pagi, Agus berangkat menggunakan sepeda motor ke Podorejo bersama istri dan anak ketiganya. Mereka datang ke masjid berarsitektur menyerupai kapal itu untuk sembahyang, memohon kesehatan, dan kelancaran dalam menjalani ibadah D UTAMIPengunjung shalat di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk sembahyang di masjid-masjid di luar kota sebelum menjalani ibadah puasa sudah seperti agenda wajib bagi keluarga Agus. Tahun lalu, misalnya, keluarga itu mendatangi Masjid Nahdlatul Bahri di Kabupaten Jepara. Arsitektur masjid itu juga disebutnya unik, mirip dengan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.”Berdoa memang bisa di mana saja, tetapi rasanya semakin senang kalau bisa beribadah di masjid yang bangunannya indah. Kebetulan, kebiasaan ini menular ke anak bungsu saya, jadi sekarang ini malah dia yang selalu mengajak jalan-jalan lihat masjid-masjid indah sebelum puasa,” kata Agus saat ditemui, melihat Masjid Safinatun Najah yang dibangun pada 2015 itu, Agus merasa terkesan. Masjid berbentuk kapal yang didirikan di lahan seluas meter persegi itu memiliki panjang 50 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 14 juga Menyambut Ramadhan di Mushala Tertua Kota TegalKOMPAS/KRISTI D UTAMIPengunjung melintas di dekat jendela yang berada di lantai tiga Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah lain, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Normalnya, masjid tersebut dikunjungi hingga orang dalam sehari. Selama pandemi, jumlah pengunjung turun menjadi 150-250 orang per bonus berfotoMasjid yang berdiri di tengah-tengah sawah dan hutan jati itu memiliki empat lantai. Lantai pertama biasanya digunakan untuk beristirahat atau tempat pertemuan, sedangkan lantai dua digunakan untuk shalat maupun pengajian. Lantai tiga masjid yang dicat warna coklat, krem, dan kuning itu digunakan untuk tempat belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab. Adapun lantai empat digunakan untuk tempat foto atau melihat Podorejo dari cuaca cerah, pengunjung di lantai empat akan disambut pemandangan hamparan sawah dan hutan jati menghijau dengan atap langit biru. Tak heran jika lantai itu dipenuhi pengunjung yang akan memang bisa di mana saja, tetapi rasanya semakin senang kalau bisa beribadah di masjid yang bangunannya indah. Kebetulan, kebiasaan ini menular ke anak bungsu saya, jadi sekarang ini malah dia yang selalu mengajak jalan-jalan lihat masjid-masjid indah sebelum puasa. AgusAsih 40, warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang, adalah salah satu pengunjung yang mengantre untuk berfoto. Ia sudah memegang referensi foto dari ketinggian dengan latar belakang sawah yang ia dapatkan dari sebuah unggahan di Instagram.”Rencananya mau foto seperti ini. Dari lama sudah pengin ke sini, tapi belum ada waktu. Karena hari ini libur kerja, jadi berangkat,” ujar Asih sambil menunjukkan sebuah foto di layar D UTAMIPengunjung berfoto di lantai empat Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pengunjung masjid itu berasal dari daerah-daerah lain, mulai dari Aceh hingga Kalimantan siang tersebut, Asih datang bersama lima temannya. Kedatangannya itu adalah yang kedua. Sekitar tujuh tahun lalu, Asih pertama kali berkunjung ke Masjid Kapal tersebut. Kala itu, bangunan masjid belum jadi, tetapi pengunjung sudah ramai.”Dulu hanya bisa foto-foto di depan masjid, belum boleh masuk karena belum selesai dibangun. Kanan dan kiri bangunan masih ada sisa-sisa materialnya. Kalau sekarang sudah bagus, rapi dan megah,” berwisata, Asih mengaku ingin menjajal makanan khas Podorejo, yakni tape ketan. Menurut cerita seorang temannya, tape ketan di desa tersebut D UTAMIDeretan pedagang terlihat dari lantai empat Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pengunjung masjid itu berasal dari banyak daerah, mulai dari Aceh hingga Kaimantan datang bersama keluarga atau rombongan kecil, ada juga pengunjung yang datang bersama rombongan besar. Sigit 35, warga Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, misalnya, datang bersama sekitar 50 orang lainnya.”Saya datang bersama para tetangga satu rukun warga RW. Ke sini naik dua bus ukuran tanggung,” ucap dan tetangganya sengaja datang beramai-ramai dalam rangka menyambut Ramadhan. Dua Ramadhan terakhir, Sigit dan para tetangganya tidak bisa berwisata karena pandemi Covid-19 mengganas. ”Sekarang, kasus Covid-19 mulai turun dan semuanya sudah divaksin, jadi aman,” D UTAMIPengunjung berfoto bersama di lantai satu Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk gencarnya vaksinasi dan penurunan kasus Covid-19, jumlah kunjungan ke Masjid Kapal meningkat. Sutar 67, takmir Masjid Kapal menuturkan, rata-rata kunjungan dua pekan terakhir mencapai 500 orang per hari. Jumlah itu meningkat dari kunjungan harian selama pandemi berkisar 150-200 orang per pertama kali dibuka pada 2015 hingga sebelum pandemi, rata-rata kunjungan di Masjid Kapal disebut Sutar mencapai orang per hari. Selama pandemi, Masjid Kapal dua kali menutup untuk kunjungan. Penutupan pertama dilakukan pada masa awal pandemi selama tujuh bulan. Adapun penutupan kedua dilakukan selama dua bulan pada awal 2022 saat Covid-19 varian Omicron ini, pengunjung yang masuk ke Masjid Kapal dikenai tarif tiket masuk Rp per orang. Sebagian uang itu disetorkan ke Dinas Pariwisata Kota Semarang dan sebagian lagi untuk membiayai operasional masjid, termasuk membayar gaji karyawan yang mengurus kunjungan D UTAMIWisatawan mengambil mukena sebelum shalat di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Tiket masuk untuk satu pengunjung Rp kunjungan ditutup, pihak yayasan merumahkan tujuh karyawan yang biasanya mengurus wisata karena tidak mampu membayar gaji mereka. Gaji satu karyawan berkisar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta, tergantung tugasnya,” tutur hanya berdampak kepada karyawan Masjid Kapal, penutupan kunjungan juga menyebabkan belasan pedagang di sekitar masjid kehilangan pendapatan. Sebelum pandemi, para pedagang yang rata-rata berjualan tape ketan, es serut, dan bakso itu bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp per hari. Saat sepi pengunjung, mereka paling banyak mendapatkan uang Rp per D UTAMIAnak-anak bermain di lantai tiga Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk masjid Adapun Masjid Safinatun Najah didirikan oleh seorang bernama Muhammad. Menurut Sutar, Muhammad berasal dari Arab Saudi, tetapi sudah lama tinggal di Kota Pekalongan. Ia memilih membangun masjid berbentuk kapal karena terinspirasi dari kisah Nabi Nuh dan bahtera penyelamatnya. Nama Safinatun Najah juga dipilih oleh Muhammad karena berarti kapal penyelamat.”Abah Muhammad yang dasarnya memang senang dengan kisah tentang kapal Nabi Nuh pernah jalan-jalan ke Afrika dan melihat sebuah masjid berbentuk kapal. Ia kemudian kepingin membangun masjid seperti itu,” ucap menyebut, masjid itu diarsiteki oleh seseorang bernama Slamet yang berasal dari Magelang. Ia merupakan kenalan dari D UTAMIJendela-jendela di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, dibuka pada Sabtu 2/4/2022 untuk menjaga sirkulasi udara. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Normalnya, masjid tersebut dikunjungi hingga orang dalam sehari. Selama pandemi, jumlah pengunjung turun menjadi 150-250 orang per Muhammad mendirikan masjid itu tidak hanya untuk mewujudkan cita-citanya membangun masjid yang bentuknya menyerupai bahtera Nabi Nuh. Sama dengan arti Safinatun Najah, Muhammad ingin masjid itu bisa menyelamatkan masyarakat di sekitarnya.”Berkat keberadaan masjid itu, warga sekitar yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan dan petani bisa menjual makanan di sekitar masjid. Tanah-tanah di sekitar Desa Podo Rejo yang dulunya murah, sejak ada masjid itu menjadi semakin mahal,” kata arsitektur masjid itu membuat orang-orang penasaran kemudian datang. Pengunjung yang datang ke Masjid Kapal dari daerah-daerah di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan juga Jelang Ramadhan, Pesanan Kubah Masjid di Tegal MeningkatKOMPAS/KRISTI D UTAMIPengunjung keluar dari Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul pesohor dan pejabat juga tak mau ketinggalan. Pesohor dan pejabat yang tercatat pernah datang ke Masjid Kapal, antara lain Luna Maya, Tukul Arwana, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, hingga Gubernur Jateng Ganjar masjid-masjid berarsitektur unik turut mendongkrak jumlah wisatawan yang datang di Kota Semarang. Selama Ramadhan, pemerintah setempat berencana memaksimalkan kujungan wisatawan, terutama di tempat-tempat wisata Tugas Kepala Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menuturkan, berdasarkan aturan, kunjungan wisata saat ini masih dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas. Para pengelola tempat wisata juga diimbau menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menekan risiko penularan sekitar yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan dan petani bisa menjual makanan di sekitar masjid. Tanah-tanah di sekitar Desa Podo Rejo yang dulunya murah, sejak ada masjid itu menjadi semakin mahal.”Kami juga meminta pengelola tempat wisata segera mengikuti sertifikasi cleanliness kebersihan, health kesehatan, safety keamanan, dan environment sustainability Kelestarian Lingkungan atau CHSE agar pengunjung merasa yakin untuk datang. Selain itu, pemindaian kode garis dengan aplikasi Peduli Lindungi juga perlu dimaksimalkan untuk mengetahui kondisi kesehatan pengunjung berikut status vaksinasinya,” ucap masjid-masjid unik seperti Masjid Kapal terbukti mampu mengundang umat Islam jauh-jauh datang dan bersembahyang. Kekhusyukan ibadah pun dilengkapi beramal dengan jajan di warung-warung juga Lima Masjid Kontemporer Unik di NusantaraKOMPAS/KRISTI D UTAMIPemandangan dari samping Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. EditorGREGORIUS MAGNUS FINESSO

tiket masuk masjid kapal semarang